jump to navigation

Teori Belajar Behavioristik Beserta Pengertiannya Oktober 5, 2012

Posted by TouringBiker in Teori Belajar.
Tags: , ,
trackback

Teori belajar menurut aliran ini adalah:

– Hasil belajar tidak disebabkan oleh kemampuan internal manusia tetapi karena faktor stimulus yang menimbulkan respon.

– Agar hasil belajar optimal, maka stimulus harus dirancang sedemikian rupa sehinga mudah direspon siswa.

– Siswa akan memperoleh hasil belajar apabila dapat mencari hubungan antara stimulus dan respon tersebut.

 

Macam-macam teori belajar menurut aliran ini adalah:

1. Teori belajar Classical Conditioning

Teori ini dikembangkan oleh Ivan Pavlov. Dia mempelajari bagaimana anjing percobaannya menjadi terkondisi untuk berliur walau tanpa makanan. Dari eksperimen tersebut Pavlov menarik kesimpulan bahwa dalam diri anjing akan terjadi pengkondisian selektif berdasar atas penguatan selektif. Anjing dapat membedakan stimulus yang disertai dengan penguatan dan stimulus yang tidak disertai dengan penguatan.

2. Teori Operant Conditioning

Teori ini dikembangkan oleh Burr Federic Skinner. Dia memandang bahwa manusia sebagai mesin yang bertindak secara teratur dan dapat diramalkan responnya terhadap stimulus yang datang dari luar. Skinne mengadakan eksperimen dengan menggunakan kotak yang didalamnya terdapat pengungkit, pemampung makanan, lampu, lantai dengan grill yang dialiri listrik (dikenal dengan nama Skinner box). Skinner menggunakan tikus lapar sebagai hewan percobaannya. Berdasarkan eksperimen tersebut dapat ditarik kesimpulan:

– Setiap respon yang diikuti dengan penguatan (reward atau reinforcing stimuli) cenderung akan diulang kembali.

Reward atau reinforcing stimuli akan meningkatkan kecepatan terjadinya respon.

3. Modelling dan Observational Learning

Bandura mengembangkan 4 tahap melalui pengamatan atau modeling

– tahap perhatian         => Individu memperhatikan model yang menarik, berhasil, atraktif dan populer.

– tahap retensi             => Bila guru telah mendapat perhatian dari siswa, guru memodelkan perilaku yang akan ditiru oleh siswa dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkannya atau mengulangi model yang telah ditampilkan.

– tahap reproduksi      => Siswa mencoba menyesuaikan diri dengan perilaku model.

– tahap motivasional    => Siswa akan menirukan model karena merasakan bhwa melakukan pekerjaan yang baik akan meningkatkan kesempatan untuk memperoleh penguatan.

Konsep penting lainnya dari teori belajar ini adalah pengaturan diri (self-regulation). Dalam kegiatan belajar ini, individu mengamati perilakunya sendiri, menilai perilakunya sendiri dengan standar yang dibuat sendiri, dan memperkuat atau menghukum diri sendiri apabila berhasil ataupun gagal dalam berperilaku.

4. Teori Koneksionisme

Teori ini dikembangkan oleh Edward Thorndike. Dia menggunakan kucing sebagai hewan percobaan. dalam eksperimennya, dia menghitung waktu yang dibutuhkan kucing untuk dapat keluar dari kandang pecobaan (puzzle box). Menurut Thorndike, dasar dari belajar adalah trial dan error. Hewan percobaan itu menunjukkan adanya penyesuaian diri dengan lingkungannya sedemikian rupa sebelum hewan percobaan tersebut dapat melepaskan diri dari kandang percobaan. Selanjutnya dikemukakan bahwa perilaku dari semua hewan percobaan itu praktis sama.

Thorndike mengemukakan 3 macam hukum belajar, yaitu:

a. Hukum kesiapan

Agar proses belajar mencapai hasil yang baik, maka perlu kesiapan dalam belajar. Ada 3 keadaan yang menunjukkan berlakunya hukum ini, yaitu:

– Apabila individu memiliki kesiapan untuk bertindak atau berperilaku dan dapat melaksanakannya, maka dia akan puas.

–   Apabila individu memiliki kesiapan untuk bertindak atau berperilaku tapi tidak dapat melaksanakannya, maka dia akan kecewa.

– Apabila individu tidak memiliki kesiapan untuk bertindak atau berperilaku dan dipaksa untuk melaksanakannya, maka akan menimbulkan keadaan yang tidak memuaskan.

b. Hukum latihan

Hubungan antara stimulus dan respon akan menjadi kuat apabila sering dilakukan latihan.

c. Hukum akibat

Apabila sesuatu memberikan hasil yang menyenangkan atau memuaskan, maka hubungan antara stimulus dan respon akan menjadi semakin kuat.

 

5. Teori Modifikasi Perilaku Kognitif

Meichenbaum menyatakan bahwa individu dapat diajarkan untuk memantau dan mengatur perilakunya sendiri. Cara yang digunakan yaitu melatih individu yang terganggu emosionalnya untuk membuat dan menjawab pertanyaannya sendiri. Ada 5 tahap kegiatan belajar mandiri yang dikembangkan Meichenbaum, yaitu:

a. Model orang dewasa melakukan tugas tertentu sambil berbicara dengan keras (Modeling kognitif)

b. Anak melakukan tugas yang sama di bawah arahan pembelajaran dari model (Bimbingan eksternal)

c. Anak melakukan tugas sambil membelajarkan diri sendiri.

d. Anak membelajarkan dirinya sendiri dengan cara berbicara pelan pada saat melanjutkan tugas.

e. Anak melakukan tugas untuk mencari kinerja tertentu dengan melakukan percakapan diri sendiri.

Teori belajar modifikasi perilaku koginitif ini menekankan pada modeling percakapan diri sendiri secara meningkat berpindah dari perilaku yang dikendalikan oleh orang lain kepada perilaku yang dikendalikan oleh diri sendiri, di mana individu menggunakan percakapan diri sendiri pada waktu melaksanakan tugas.

6. Teori belajar Conditioning

Guthrie menyatakan bahwa semua belajar dapat diterangkan dengan satu prinsip, yaitu prinsip asosiasi. Belajar merupakan suatu upaya untuk menentukan hukum-hukum, bagaimana stimulus dan respon itu berasosiasi. Guthrie menyatakan bahwa respon dapat menimbulkan stimuli untuk respon berikutnya. Perilaku manusia merupakan deretan perilaku yang terdiri atas unit-unit reaksi atau respon dari stimulus berikutnya.

Konsekuensi yang menyenangkan pada umumnya disebut sebagai penguat (reinforces), dan yang tidak menyenangkan disebut sebagai hukuman (punishers).

 

Sumber: Rifai, Achmad dan Tri Anni, Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang: Unnes Press

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: