jump to navigation

MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER BESERTA CONTOH RPP NHT NYA Oktober 5, 2012

Posted by XploreMyBrain in Contoh RPP, Materi, Materi Kuliah, Model Pembelajaran.
Tags: , , , , ,
add a comment
A.   Pengertian Model Numbered Heads Together
Number Heads Together adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Spencer Kagan memperkenalkan model ini pada tahun 1992. Model pembelajaran ini biasanya diawali dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing siswa dalam kelompok sengaja diberi nomor untuk memudahkan kinerjakerja kelompok, mengubah posisi kelompok, menyusun materi, mempresentasikan, dan mendapat tanggapan dari kelompok lain. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa lngkah-langkah yang dapat dilakukan dalam melaksanakan model pembelajaran ini adalah :
1.      Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing siswa dalam setiap kelompoknya mendapatkan nomor urut.
2.      Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan permasalahan.
3.      Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini.
4.      Guru memanggil salah satu nomor dan siswa yang bernomor tersebut melaporkan hasil kerja kelompok.
5.      Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6.      Kesimpulan
Model pembelajaran Number Heads Together ini sangat sesuai jika dipadukan dengan metode   diskusi dan pendekatanya adalah inquiri. Namun sebelumnya ada baiknya jika kita menyeleksi KD yang tepat untuk model pembelajaran ini.
Setiap model dan metode yang kita pilih, tentu memiliki plus-minus sendiri-sendiri. Salah satu kekurangan dari metode ini ialah kelas cenderung jadi ramai, dan jika guru tidak dapat mengkondisikan dengan baik, keramaian itu dapat menjadi tidak terkenal, sehimgga menggangu proses belajar mengajar, tidak hanya dikelas sendiri, tetapi bisa juga mengganggu di kelas lain. Terutama untuk kelas-kelas dengan jumlah murid yang lebih dari 33 orang.
    Kelebihan Model Number Heads Together :
1.      Setiap siswa menjadi siap semua
2.      Dapat melakukan diskusi mengajari siswa yang kurang pandai
    Kelemahan Model Number Heads Together :
1.      Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru
2.      Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
     Modifikasi dari Number Heads Together
     Siswa dikelompokan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan      nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama.
      Langkah-langkah :
1.      Siswa dapat dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor.
2.      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai
3.      Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok, siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokan hasil kerjasama mereka.
4.      Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain.
5.      Kesimpulan.
       Kelebihan :
1.      Setiap siswa menjadi siap semua.
2.      Dalam melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
3.      Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain.
       Kekurangan :
1.      Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2.      Waktu yang dibutuhkan banyak.
B.   Materi Pembelajaran yang Cocok dengan Model Number Heads Together
a.      Kelas 5 :
Ø Alat pernapasan pada manusia dan hewan
Ø Penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya
b.      Kelas 6 :
Ø Perkembangbiakan makhluk hidup
c.       Alasan memilih materi tersebut
Alasan pada materi pelajaran tersebut guru susah menyampaikan atau menyajikan materi pelajaran secara konkret (apabila media pembelajaran yang dimiliki terbatas), maka dengan menggunakan model pembelajaran Number Heads Together siswa bisa memahami pelajaran lebih cepat.
Karena dalam model pembelajaran ini siswa bisa melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh dan siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai, sehingga setiap siswa memperoleh pemahaman tentang materi tersebut secara merata.


Contoh RPP model pembelajaran ini :
 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester          : V / I
Alokasi Waktu            : 2 x 35 ( 2 Jam Pelajaran )
Hari Tanggal               :

A.    Standar Kompetensi
Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.

B.     Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup.

C.    Indikator
l Mendiskripsikan ciri khusus pada beberapa tumbuhan untuk melindungi dirinya.     Misalnya : memiliki racun, duri atau daun yang tajam.
l Mengaitkan antara ciri khusus tumbuhan dengan tempat hidupnya

D.    Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menyimpulkan bahwa makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam usaha mempertahankan diri.

E.     Materi Ajar
Penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungan
l Mawar dan bugenvil mempunyai duri sebagai pelindung. Hewan yang mendekati tumbuhan tersebut akan tertusuk duri. Rasa sakit akibat tusukan duri akan membuat hewan tidak mau lagi mendekati tumbuhan itu, begitu juga manusia yang ingin memetik bunga mawar dan bugenvil juga dapat tertusuk duri. Itulah sebabnya kita harus berhati-hati jika ingin memetik kedua jenis bunga tersebut.

F.     Model dan Metode
l Model pembelajaran : Numbered Hands Together (NHT)
lMetode                       : Ø Ceramah
                                        Ø Diskusi
                                        Ø Tanya Jawab


G.    Langkah-Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal
Ø Guru Mengucapkan salam dan mengabsen siswa
Ø Guru Memberikan penjelasan yang relevan bahan pelajaran yang lalu dengan pelajaran yang akan diajarkan.

II.  Kegiatan Inti
Ø Guru Membagi siswa dalam beberapa kelompok (setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor)
Ø Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
Ø Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan / mengetahui jawabanya
Ø Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja mereka
Ø Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.

III.  Kegiatan Akhir
Ø Guru bersama-sama anak murid menyimpulkan hasil diskusi.      
Ø Guru menutup pelajaran.


H.    Sumber Pembelajaran
l Sains Modern untuk SD dan MI Kelas 5

I.       Penilaian
l Tes secara lisan
Kebenaran menjawab atau ketepatan menjawab soal yang ditanyakan, keseriusan dan  konsentrasi dalam menyimak pertanyaan.


Soal-soal :
1.      Sebutkan 5 jenis tumbuhan yang memiliki duri sebagai alat perlindungan diri terhadap pemangsa !
2.      Bagaimana cara tumbuhan kaktus bertahan hidup digurun pasir yang panas dan kering ?
3.      Sebutkan 5 jenis tumbuhan yang mengeluarkan getah untuk melindungi dirinya !
4.      Mengapa pohon jati merontokkan daunnya pada musim kemarau ?
5.      Bagaimana  cara tumbuhan kantong semar menangkap serangga makanannya ?s






       Mengetahui,                                                    Banjarmasin, April 2010
   Kepala Sekolah                                                              Guru IPA

                        …………………………                                         …………………………

                        NIP                                                                            NIP

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, DAN STRATEGI PENDIDIKAN NASIONAL Oktober 5, 2012

Posted by XploreMyBrain in Materi, Materi Kuliah, Sistem Pendidikan Nasional.
Tags: , , , ,
2 comments

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, DAN STRATEGI PENDIDIKAN NASIONAL

Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

UUSPN dari No. 2 tahun 1989 diganti UU No. 20 tahun 2003, dilakukan dalam rangka memperbarui visi, misi dan strategi pendidikan nasional. Pembaruan sistem pendidikan nasional mencakup penghapusan diskriminasi antara pendidikan formal dan pendidikan non-formal.

Visi pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman.

Misi pendidikan nasional adalah:

-   Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.

-   Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.

-   Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.

-   Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan, ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

-   Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.

 

Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, maka fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Strategi pendidikan nasional adalah:

- Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.

- Pengembangan dan pelaksanaan kurkulum berbasis kompetensi.

- Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

- Evaluasi, akreditasi dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan.

- Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan.

- Penyediaan sarana belajar yang mendidik.

- Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan.

- Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata.

- Pelaksanaan wajib belajar.

- Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan.

- Pemberdayaan peran masyarakat.

- Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat.

- Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

 

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 742 pengikut lainnya.